Sabtu, 17 Desember 2016

Terima kasih



Dulu kau pernah patah kan hati ini
Dari hati hingga semua mimpi yang menusuk tulangku
Aku teringat ketika mata ini melihat kagum akan dirimu
Hati ku terhanyut dalam hayal denganmu
Seluruh darah ku mengalir deras
Mulut ku tak bisa berkata
Seakan aku ingin menyerahkan nyawa ku
Malam menjadi terasa hangat
Dan pagipun terasa nikmat
Bahkan secangkir kopipun kalah manis dengan hayal ini
Begitu lama aku menunggu
Setiap doa malam ku selalu ada namamu
Tapi kau bersamanya
Semua hayal itu lenyap ketika aku melihatmu
Kau bahagia dengan nya
Sampai sekarang aku hanya bisa kagum akan dirimu
Dalam sepi dan sunyi ini aku hanya menantimu
Karena aku yakin hanya akulah rumahmu untuk menangis
Ketika dia yang kau anggap berarti pergi darimu
Dan yakin lah bahwa rintihan hati ini
Penuh senandung kata yang tulus untukmu
Tak seperti mereka yang mencintaimu lalu pergi begitu saja
Tanpa ada rasa terima kasih untukmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar