Dulu kau
pernah patah kan hati ini
Dari hati
hingga semua mimpi yang menusuk tulangku
Aku teringat
ketika mata ini melihat kagum akan dirimu
Hati ku
terhanyut dalam hayal denganmu
Seluruh darah
ku mengalir deras
Mulut ku
tak bisa berkata
Seakan aku
ingin menyerahkan nyawa ku
Malam menjadi
terasa hangat
Dan pagipun
terasa nikmat
Bahkan secangkir
kopipun kalah manis dengan hayal ini
Begitu lama
aku menunggu
Setiap doa
malam ku selalu ada namamu
Tapi kau
bersamanya
Semua hayal
itu lenyap ketika aku melihatmu
Kau bahagia
dengan nya
Sampai sekarang
aku hanya bisa kagum akan dirimu
Dalam sepi
dan sunyi ini aku hanya menantimu
Karena aku
yakin hanya akulah rumahmu untuk menangis
Ketika dia
yang kau anggap berarti pergi darimu
Dan yakin
lah bahwa rintihan hati ini
Penuh senandung
kata yang tulus untukmu
Tak seperti
mereka yang mencintaimu lalu pergi begitu saja
Tanpa ada
rasa terima kasih untukmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar